Man City Kena Karma Cepat

By | Maret 12, 2020

Kabar mengejutkan datang dari sepak bola eropa. Sang juara bertahan premier league yakni Manchester city dikenakan hukuman dilarang bermain di kompetisi eropa selama dua musim ke depan. Jelas ini merupakan kabar buruk bagi tim asuhan josep Guardiola.

Hukuman ini jelas berat bagi tim sekelas man city yang sudah lama mengincar trofi paling bergengsi di level klub tersebut. Hukuman larangan dua tahun jelas sulit di terima oleh Manchester city yang mana The Citizens sudah menyiapkan rencana untuk mengajukan banding namun hukuman tersebut sudah terlanjur menimbulkan gejola di dalam dan luar lapangan.

Para pemain terbaik Manchester City mulai diliputi keraguan. UEFA menjatuhkan hukuman berat ini karena Manchester City terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan financial fair play. Bukan hanya itu karena selain dihukum selama dua tahun, man city juga harus membayar denda sebesar 30 juta euro.

Sebelumnya, investigasi yang dilakukan oleh CFCB menemukan bahwa man city bersalah atas pelaporan pendapatan sponsor dan memiliki dana yang berlebihan mulai tahun 2012 hinnga 2016. Singkatnya mereka telah memalsukan pendapatan sponsor mereka untuk menyeimbangkan neraca keuangan.

Awalnya, dikarenakan salah satu media asal jerman yang menuding man city telah melakukan pelanggaran berat setelah mendapatkan bocoran dokumen dari football leaks. Hal tersebut membuat CFCB menemukan bukti bahwa Manchester city sengaja menggelembungkan pendapatan sponsor. Manchester city menghabiskan banyak uang di bursa transfer yang jelas sudah menipu UEFA.

Menurut dokumen yang bocor, pemilik dari Manchester city yakni sheikh Mansour telah mengelontarkan 67. 5 juta poundsterling untuk meningkatkan pendapatan sponsor tahunan Manchester City. Laporan der Spiegel pun menjelaskan jika man city telah menipu UEFA demi memenuhi syarat sejumlah aturan FFP.

Man city saat ini masih belum berbicara banyak di depan media. Tim biru diduga akan mempertahankan sikap yang sama sampai banding mereka di terima. Man city sudah menyatakan akan mengajukan banding dan membantah tudingan pelanggaran FFP tersebut.

Manchester City mengatakan bahwa mereka kecewa namun tidak terkejut dengan keputusan UEFA tersebut karena mereka mengajukan dengan banding serta mengecam proses penyelidikan sepihak dari UEFA tersebut.

Baca juga berita bola lainnya mengenai ketajaman hansi flick di bayern munchen.

Peraturan UEFA menyatakan bahwa tim yang finis dalam empat besar premier League akan otomatis lolos ke liga champions musim berikutnya dan jika banding Man city ditolak maka jalan mereka untuk liga champion 2020-2021 akan otomatis di berikan pada finalis di peringkat ke 5 klasemen akhir.

man city di banned dari UEFA

Peraturan UEFA menyatakan bahwa tim mana pun yang menjuarai liga champions akan otomatis lolos ke kompetisi musim berikutnya terlepas dari laju mereka di kompetisi dosmetik namun pada kasus ini mereka tetap tidak bisa bermain di liga champions musim depan bahkan jika berhasil menjadi juara musim ini.

Sanksi larangan di kompetisi eropa diyakini akan berdampak besar bagi man city yang mana bukan hanya untuk klub secara kolektif namun juga para individu yang ada di klub termasuk Josep Guardiola. Meski ia masih memiliki kontrak dengan man city hingga 2021 namun sanksi yang diterima man city diyakini bisa membuat sang manager meninggalkan stadion Etihad lebih cepat.

Josep Guardiola kini mempertimbangkan dengan serius masa depannya di man city andai sanksi dari UEFA benar benar diterima oleh man city maka banyak yang berasumsi bahwa ia akan pindah ke klub lain. Ia sudah cukup sukses dengan memberikan dua juara di liga premier league namun belum mampu meraih gelar juara di liga champions.

Josep Guardiola tidak akan kesulitan untuk mencari klub baru andai pindah dari Manchester city. Dengan segudang reputasinya, banyak klub yang tertarik untuk meminangnya dan salah satunya adalah Juventus.